« Home | Kajian Tafsir Tematis Q.S. Al Baqarah 2: 151-153 » | Kajian Tafsir Tematis Q.S. Al Baqarah 2: 147-150 » | Kajian Tafsir Tematis Q.S. Al Baqarah 2: 118-120 » | Kajian Tafsir Tematis Q.S. Al Baqarah 2: 115-117 » | Kajian Tafsir Tematis Q.S. Al Baqarah 2: 113-115 » | Kajian Tafsir Tematis Q.S. Al Baqarah 2: 110-112 » | Kajian Tafsir Tematis Q.S. Al Baqarah 2: 109-110 » | Kajian Tafsir Tematis Q.S. Al Baqarah 2: 106-108 » | Kajian Tafsir Tematis Q.S. Al Fatihah 1: 1-7 » | Kajian Tafsir Tematis Q.S. Al 'Alaq 96: 1-5 »

Kajian Tafsir Tematis Q.S. Al Baqarah 2: 154-157

Ust. Mushlihuddin Afiffuddin, S.Pd.I

Q.S. Al Baqarah 2: 154
‘Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.’

1. Berkenaan dengan ayat ini Allah menerangkan keutamaan mati syahid.
2. Kesempatan syahid tidak hanya ketika berperang dijalan Allah karena menegakkan syariat Allah swt. walaupun ini merupakan syahid yang tertingi.
3. Rasulullah saw. menganjurkan kita berdoa agar kita mati dalam keadaan syahid. ’Barangsiapa yang meminta mati syahid secara sungguh-sunggu dari hati , Allah akan berikan mati syahid meskipun di atas tempat tidurnya.’

Q.S. Al Baqarah 2: 155
’Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.’

Berkenaan dengan ayat di atas, Allah menyampaikan ada saatnya kita akan diuji. Ujian tersebut hanya dapat diatasi dengan kesabaran dan bagi orang-orang yang bersabar. Yang harus dipahami adalah konsep sabar itu sendiri dimana sabar merupakan pengendalian emosi dan bentuk kesabaran akan berbeda-beda sesuai dengan permasalahannya.

Menurut Zaid bin Jabir, kaidah sabar yaitu merupakan pengakuan seorang hamba kepada Allah karena mendapatkan musibah dan ketika mendapatkan musibah maka mendapatkan pahala atasnya walaupun kadang akan merasa gelisah.

Terdapat doa yang diajarkan rasulullah ketika seseorang mendapatkan musibah yaitu: ’Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’ uun.’ Dan atau ’Allahumma ajirni fii musibati wahlufli khairumminha.’ (HR. Ahmad). ’Dan setiap musibah pasti terdapat hikmah.’ (Q.S. At Taghaabun 64: 14-15).

Q.S. Al Baqarah 2: 156
’(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun"

Q.S. Al Baqarah 2: 157
’Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.’

Berkenaan dengan ayat di atas orang yang bersabar ketika ditimpa musibah maka Allah akan bershalawat yaitu berupa diberikan rahmat, magfirah serta ampunan.

Links to this post

Create a Link